PROVINSI
DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

Nama
provinsi : Daerah Istimewa Yogyakarta
Ibu Kota : Yogyakarta
Luas daerah : 3185,80 km2
Gubernur
dan Wakil Gubernur : Sultan Hamengkubowono X dan Paku Alam IX (masa jabatan
2012 – 2017)
Sumber
pendapatan daerah : Penyumbang terbesar pendapatan DIY berasal dari pajak
kendaraan bermotor. Saat ini PAD
DIY sekitar
Rp1,4 triliun. Dari jumlah itu, penghasilan dari pajak kendaraan bermotor
yang terdiri dari pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor
dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor mencapai Rp1,2 triliun.
Potensi wisata : Candi Borobudur,
Candi Prambanan, Taman Sari Yogyakarta, Situs Ratu Baka, Jalan Malioboro,
Museum Ullen Sentalu, Candi Sewu, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Museum
Benteng Vredeburg, Kebun Binatang Gembira Loka, Museum Affandi, Air Terjun Sri
Gethuk, Pantai Pok Tunggal, Pantai Baron, Pantai Nglambor, Goa Jomblang, Pantai
Drini, Pantai Slili, Pantai Jogan, Candi Klodangan, dan lain-lain.
Pakaian Daerah : Pakaian
adat tradisional masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari seperangkat
pakaian adat tradisional yang memiliki unsur-unsur yang tidak dapat dipisahkan
satu dengan lainnya. Kelengkapan berbusana tersebut merupakan ciri khusus
pemberi identitas bagi pemakainya yang meliputi fungsi dan peranannya. Oleh
karena itu, cara berpakaian biasanya sudah dibakukan secara adat, kapan dikenakan,
dan siapa yang mengenakannya. Pakaian adat dari
Provinsi DI Yogyakarta adalah Pakaian Adat
Tradisional Kesatrian, kita sering melihatnya ketika ada acara di kerajaan.

Makanan khas : Gudeg, Oseng – Oseng Mercon, Bakmi Jawa, Bakpia, Geplak,
Peyek tumpuk, Ampyang, Sate Klatak, Sate Karang, Yangko, Jadah Tempe, dan
lain-lain.

Jumlah dan
detail daerah tingkat 2 :
Kota : 1
Kabupaten : 4
Kecamatan : 78
Kelurahan : 440
